Gladi lapang (Field Training Exercise) erupsi Gunung Ciremai ” BPBD Jawa Barat “

By aktualid - Rabu, 8 Mei 2024 | 10:40 WIB | Views

Gladi lapang (Field Training Exercise) erupsi Gunung Ciremai ” BPBD Jawa Barat “

Kuningan,Aktualid.net Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Gladi lapang (Field Training Exercise) erupsi Gunung Ciremai. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2024. Diselenggarakan di TNGC Palutungan, Cisantana, Rabu (08/05/2024).

Gladi Lapang ini bertujuan untuk menguji berbagai protokol yang telah disepakati bersama oleh Tim Siaga Bencana dan masyarakat desa, serta melatih koordinasi komunikasi dan peran Tim Siaga Bencana, dengan meliputi 3 hal, edukasi, mitigasi dan simulasi.

Selain itu, dengan adanya Gladi lapang ini, diharapkan jatuhnya korban jiwa akibat bencana erupsi Gunung Ciremai dapat diantisipasi karena masyarakat sudah mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan pada saat kondisi darurat terkait bencana yang kemungkinan terjadi.

Gladi Lapang ini berlangsung selama 2 hari, berlangsung 07-08 Mei 2024 yang melibatkan anggota BPBD Jabar, BPBD Kabupaten (Kuningan, Majalengka dan Cirebon), TNGC, Perangkat Daerah Kuningan terkait ; Dinkes, Satpol PP, Dishub, Dinsos, Babinsa dan babinkamtibmas serta segenap unsur masyarakat.

Herman Suryatman, selaku Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat bertindak sebagai Pembina Apel pada penyelenggaraan Gladi Lapang Erupsi Gunung Ciremai.

“Apal ini merupakan satu bentuk kesadaran yang harus ditanamkan oleh setiap dari kita. Baik aparatur, masyarakat maupun organisasi pegiat lingkungan karena kita hidup dan besar di jawa Barat yang notabenenya rawan bencana” Ujar Herman yang baru di lantik sekitar sebulan lalu menjadi Sekda Jabar.

Herman melanjutkan bahwa kesadaran ini harus di iringi oleh perasaan takut yang secara tidak langsung akan menanamkan sifat kewaspadaan. Herman menganalogikan keadaan di Jepang sebagai Negara rawan bencana yang sering terjadi Gempa bumi dan Tsunami.

“Karena perasaan takut membuat mereka mengantisipasi sesuatu yang sering terjadi. Lihat saja, jika disana terjadi bencana, mereka akan cepat recovery, cepat bertindak, yang akhirnya membuat mereka Maju. Begitupun di Eropa, mereka takut akan datangnya musim dingin berkepanjangan, mereka membuat teknologi yang akhirnya membuat mereka semakin maju”

Kendatipun rasa takut harus dimiliki, Herman menyebutkan bahwa tidak boleh ada perasaan ketakutan.

“Takut boleh, ketakutan jangan. Maka dari itu, apel pagi ini merupakan salah satu langkah antisipatif yang perlu kita lakukan sehingga tumbuh rasa aware dalam melihat setiap hal yang berpotensi bencana. Mari kita bersama-sama, bahu-membahu, sabilulungan, untuk atisipasi terhadap bencana” Ujar Herman.

Irman

Screenshot_2023-12-04-12-56-32-12_1c337646f29875672b5a61192b9010f9
IMG-20230712-WA0028
IMG-20240508-WA0064
IMG-20240616-WA0115
Jun 16, 2024

Pengelola OW Waduk Darma ( PT Jaswita Jabar ) bagikan hewan Qurban ke Sembilan Desa Penyangga.

Pengelola OW Waduk Darma ( PT Jaswita Jabar ) bagikan…

Jun 16, 2024

Makna Ibadah Qurban di hari Raya Idul Adha

Makna Ibadah Qurban di hari Raya Idul Adha Oleh Irman…

Jun 15, 2024

Dian mengatakan “Hari ini dan beberapa hari kedepan menjelang hari Raya Idul Adha, kami dari Pemkab Kuningan akan terus melakukan monitoring “

Dian mengatakan ” Hari ini dan beberapa hari kedepan menjelang…

Jun 15, 2024

Perang Kopi adalah sebuah perang yang terjadi dari 1889 hingga 1890

Perang Kopi adalah sebuah perang yang terjadi dari 1889 hingga…

Jun 15, 2024

Apa kata mereka tentang Dian ” Berpengalaman dalam pengelolaan Birokrasi dan Supel bergaul “

Apa kata mereka tentang Dian ” Berpengalaman dalam pengelolaan Birokrasi…

Jun 15, 2024

Sejarah ” I Goesti Ngoerah Ketoet Djelantik “

I Goesti Ngoerah Ketoet Djelantik I Gusti Ketut Jelantik merupakan…

IMG-20240508-WA0072
1714379862927
Polish_20240211_045312529