Pj. Bupati Kuningan Copot Kadinkes
Kajari dan Kapolres Segera Bertindak
Kuningan, Aktualid.net Pengamat Politik Uha Juhana sikapi Kadinkes dan jajaran Puskesmas yang jalan jalan ke Solo Disaat kondisi APBD Kabupaten Kuningan tahun 2024 dirasionalisasi sebesar 70 persen untuk seluruh SKPD dan kembali dilanda Gagal Bayar lagi untuk yang kedua kalinya sebesar
Rp. 290 miliar pada pelaksanaan kegiatan APBD Kuningan tahun 2023,
Kadis Kesehatan Kuningan Susi Lusiyanti bersama Kepala UPTD Puskesmas se Kabupaten Kuningan malah membuat acara Wisata Belanja dan Gathering Kantor ke Kota Solo pada saat hari kerja yaitu berangkat dari tanggal 1 s/d 2 Maret 2024. Sangat Ironis.
Yang membuat tidak habis pikir, kok bisa-bisanya Pimpinan Daerah, dalam hal ini
Pj. Bupati Kuningan Iip Hidajat dan Sekretaris Daerah Kuningan Dian Rachmat Yanuar memberikan ijin.
Karena logikanya, kalau tidak mendapat ijin dari Pj. Bupati dan Sekda Kuningan, tidak mungkin mereka (Kadis Kesehatan dan Kepala Puskesmas se Kuningan) bisa berangkat berlibur tamasya ke Kota Solo.
Tentu ini menjadi sorotan publik. Apa yang dilakukan oleh Kadis Kesehatan Kuningan Susi Lusiyanti bersama Kepala UPTD Puskesmas se Kabupaten Kuningan itu sungguh sangat keterlaluan!. Selain berangkat liburan pada hari kerja, disatu sisi kinerja dari Dinas Kesehatan Kuningan masih sangat rendah. Padahal banyak persoalan besar dan panjang yang tengah dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Kuningan saat ini, yakni terkait kemiskinan ekstrem, persoalan tingginya angka pengangguran, dan ketimpangan sosial antara si kaya dan miskin yang jomplang seperti bumi dan langit.
Apalagi kalau melihat situasi ekonomi sekarang yang sedang sulit karena tertekan inflasi, keterbatasan pasokan dan rendahnya daya beli, semestinya Dinas Kesehatan Kuningan lebih responsif dalam melakukan aktivitas program pemerintahan yang bisa berdampak besar terhadap pencapaian pembangunan secara nyata. Apalagi dalam menyikapi fenomena tunda atau gagal bayar APBD Kuningan tahun 2022 dan 2023 yang belum selesai juga masalahnya hingga dampaknya masih terasa sampai tahun 2024 ini.
Yang paling menyedihkan adalah Kepala Dinas Kesehatan Kuningan Susi Lusiyanti melupakan Prinsip Utama bahwa uang yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan mereka foya-foya berlibur ke Solo Tawangmangu adalah uang yang dipungut dari hasil keringat rakyat melalui pajak dan retribusi sehingga semestinya dalam pemakaiannya harus dipastikan efektif, efisien dan tepat sasaran.
Kondisi tersebut tentu sangat memprihatinkan kita semua. Apalagi sudah menjadi rahasia umum dikala rakyatnya hidup miskin melarat, para pejabat tinggi pemerintah di Kabupaten Kuningan malah sibuk berbisnis dan hidup kaya raya bergelimang harta. Pemimpin seperti itu tentu sudah masuk dalam tanda-tanda kategori pemimpin yang zalim.
Irman