Pj Bupati Kuningan menyampaikan berbagai kegiatan yang dilaksanakan Pemkab Kuningan.

By aktualid - Selasa, 21 Mei 2024 | 12:35 WIB | Views

Pj Bupati Kuningan menyampaikan berbagai kegiatan yang dilaksanakan Pemkab Kuningan.

Kuningan,Aktualid.net Dihadapan wartawan baik media cetak, elektronik maupun online dalam acara Kuin Kuningan
Informatif dan pemberian Karlipda ( Kartu Liputan Daerah ) di teras Pendopo,

Pj Bupati Kuningan
Raden Iip Hidajat menyampaikan berbagai kegiatan yang dilaksanakan Pemkab Kuningan perlu
dukungan semua pihak termasuk wartawan. Terkait masalah nasional adalah pengangguran ,
kemiskinan, inflasi dan stunting. Ke empat ini semuanya harus dikerjakan, untuk Kuningan harus
mencari prioritas karena berkaitan dengan sumberdaya dan anggaran. “ kami telah mengumpulkan
Kepala BUMN BUMD , kami meminta CSR kepada mereka. CSR sekarang kita ingin fokus pada satu
titik agar kita bisa mengukur. Kalau kita menyebar di kemiskinan, stunting dan juga inflasi ukurannya
agak sulit karena terbatas anggaran dan sumber daya, maka kami ingin fokus di stunting.” Demikian
kata Pj Bupati.”
Dijelaskannya, kenapa stunting ? stunting itu adalah gagal tumbuh , data sekarang tahun ini naik
tahun kemarin 5.000 sekarang sudah 6.115 yang stunting. Untuk yang 6.115 menurut Pj Bupati
sudah ada anggaran atau intervensi da ri APBN, APBD Provinsi dan APBD kita ada yang ngurusin.
Tidak ingin setiap tahun terjadi stunting dan stunting lagi. Yang 6.115 sudah ada yang ngurus dan
ngaturnya, yang perlu diperhatikan adalah yang akan menjadi stunting atau stunting baru , yang
belum ada intervensi anggarannya , maka ini harus kita perhatikan. Untuk intervensi ini misalnya
dengan pemberian makanan tambahan PMT. Untuk anggaran tersebut butuh anggaran 9,5 milyar.
Inilah yang ditawarkan ke BUMN BUMD, Perusahaan perusahaan, rumah sakit rumah sakit CSR nya
fokus ke masalah stunting.
Dikatakanya pula, bahwa Kuningan perlu identitas, ketika diadakan festival durian bulan februari lalu
ada 1.700 orang yang hadir ke Kuningan dari berbagai tempat dan daerah. Panitia menyiapkan
durian lokal yang bagus bagus sebanyak 6.000 durian dan banyak diminati , tapi durian kita ini belum
punya nama. Durian lokal Kuningan harus punya nama karena Kuningan banyak durian, seperti
daerah daerah lain mempunyai nama durian lokalnya dan tahun ini harus ada namanya untuk durian
lokal Kuningan. Akan dibicarakan dengan berbagai pihak.
Dihadapan wartawan Pj Bupati Kuningan Iip Hidajat juga menyampaikan bahwa ternyata di
Kuningan banyak produksi batik baik pabrikan , perorangan atau komunitas komunitas tapi
Kuningan belum punya identitas batik apa Kuningan ini. Kalau batik mega mendung pasti Cirebon,
nah Kuningan batiknya namanya apa. Walaupun ciri khas batik Kuningan itu ada gambar kuda, bokor
dan gambar ikan dewa dan gunung ciremai. Saat ini sedang dirumuskan para pihak untuk melakukan
FGD merumuskan nama batik Kuningan itu namanya apa. Tahun ini semoga Kuningan sudah
mempunyai nama batiknya.
Di Kuningan, menurut Pj Bupati produsen padi tiap tahun surplus 100.000 ton tapi menjadi masalah
karena harga padi mahal di Kuningan hal ini karena petani dijual kepada pengepul, pengepul dijual
ke Cirebon ke Jakarta dan dijual kembali ke Kuningan menjadi harganya mahal. Perlu ada intervensi
Pemerintah Pusat terkait aturan. Yang lainnya, ternyata telor juga banyak di Kuningan, misalnya AS
Putra seharinya menghasilkan 25 ton telor dimana telor telor ini tersebar di berbagai daerah.
Kemudian menurut Pj Bupati , di Kuningan juga banyak produser susu. Banyak masyarakat Kuningan
memelihara sapi tersebar di beberapa Kecamatan dan diolah oleh koperasi susu menjadi berbagai
hal. Namun yang perlu diperhatikan adalah masalah kotoran hewen atau kohe terutama untuk
pembuangannya.

Pj Bupati juga menyampaikan mengenai kurikulum muatan lokal gunung Ciremai, hal ini penting
dilakukan karena diketahui bahwa kemanfaatan gunung Ciremai bagi Kuningan sangat luar biasa. 67
% wilayahnya berada di Kuningan, hari ini Kuningan bisa mensuplai air ke Cirebon dan Indramayu
dengan mata air yang banyak dan bagus. Pertanyaannya 10 , 20 tahun ke depan apakah mata air itu
masih banyak dan bagus dan jernih ? Untuk menjaga mata air agar tetap terjaga bagus maka
dibuatlah kurikulum pelajaran Muatan lokal gunung ceremai untuk merawat, meruwat,dan
merumat gunung Ciremai. Bagaimana ekologinya tetap terjaga, konservasinya terjaga. Jadi siapapun
yang sekolah di Kuningan baik TK, SD, SMP, SMA maupun perguruan tinggi ada mata pelajaran dan
mata kuliah kurikulum muatan lokal tentang Gunung Ciremai, sehingga pada akhirnya akan ada rasa
memiliki gunung Ciremai. Pungkas Pj Bupati.

( M.Bkr )

Screenshot_2023-12-04-12-56-32-12_1c337646f29875672b5a61192b9010f9
IMG-20230712-WA0028
IMG-20240508-WA0064
IMG-20240616-WA0115
Jun 16, 2024

Pengelola OW Waduk Darma ( PT Jaswita Jabar ) bagikan hewan Qurban ke Sembilan Desa Penyangga.

Pengelola OW Waduk Darma ( PT Jaswita Jabar ) bagikan…

Jun 16, 2024

Makna Ibadah Qurban di hari Raya Idul Adha

Makna Ibadah Qurban di hari Raya Idul Adha Oleh Irman…

Jun 15, 2024

Dian mengatakan “Hari ini dan beberapa hari kedepan menjelang hari Raya Idul Adha, kami dari Pemkab Kuningan akan terus melakukan monitoring “

Dian mengatakan ” Hari ini dan beberapa hari kedepan menjelang…

Jun 15, 2024

Perang Kopi adalah sebuah perang yang terjadi dari 1889 hingga 1890

Perang Kopi adalah sebuah perang yang terjadi dari 1889 hingga…

Jun 15, 2024

Apa kata mereka tentang Dian ” Berpengalaman dalam pengelolaan Birokrasi dan Supel bergaul “

Apa kata mereka tentang Dian ” Berpengalaman dalam pengelolaan Birokrasi…

Jun 15, 2024

Sejarah ” I Goesti Ngoerah Ketoet Djelantik “

I Goesti Ngoerah Ketoet Djelantik I Gusti Ketut Jelantik merupakan…

IMG-20240508-WA0072
1714379862927
Polish_20240211_045312529