Sekilas Seren tahun AKUR ” Syukuran Petani Cigugur “
Kuningan,Aktualid.net Upacara Seren Taun AKUR, adalah upacara syukuran masyarakat petani Cigugur Kuningan, yang dilaksanakan pada Bulan Rayagung penghujung tahun menurut perhitungan kalender Saka Sunda, bertempat di Paseban Tri Panca Tunggal selama 7 hari berturut-turut.
Rayagung secara simbolis berarti merayakan Keagungan Tuhan.
Rangkaian upacara seren taun ini dimulai dengan ritual damar sewu di malam hari pertama yang dilaksanakan di halaman depan Gedung Paseban Tri Panca Tunggal. Prosesi ritual damar sewu ini memiliki makna menyalakan kembali dan menebarkan spirit kasilihwangian. Pada hari ke dua, selanjutnya dilaksanakan prosesi upacara pesta budak angon yang juga disebut pesta dadung, yaitu prosesi upacara para gembala yang di masa lalu memiliki kearifan yang berhubungan dengan makhluk-makhluk yang hidup di lingkungan mereka. Pada saat tersebut, para gembala tidak membunuh hama tanaman, akan tetapi hanya membuang hama tanaman dari wilayah pertanian mereka.

Prosesi ini dilaksanaka di Situ Hyang. Pada hari ke tiga hingga hari kelima diisi dengan kegiatan pertunjukan berbagai macam seni tradisional, baik tarian, musik, dialog kebudayaan, pameran hasil karya seni dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Pada hari keenam malam dilaksanakan doa Kidung spiritual yang berupa persembahan doa dan lagu rohani dari berbagai keyakinan yang ada di Nusantara dan diakhiri dengan prosesi ritual ngawinkeun pare yang dilakukan oleh perwakila masyarakat Kanekes. Pada hari ketujuh sebagai puncak upacara adat ritual Seren taun, dimulai dari pagi hingga sore hari, dengan rangkaian acara: Ngajayak Pare (menyambut persembahan padi) berupa berkumpulnya iringan rombongan pembawa hasil bumi dari empat mata penjuru angin menuju ke pusat pelaksanaan upacara adat Seren taun di depan halaman Paseban Tri Panca Tunggal.
Rombongan pembawa hasil bumi tersebut terdiri dari: rombongan angklung Buncis, pasukan jagabaya, penari buyung, penari jamparin apsari, rombongan kamonesan atau memeron, 11 pasang muda mudi yang membawa hasil bumi, rombongan ibu-ibu yang menyunggi padi, dan rombongan bapa-bapa yang memikul padi dengan rengkong. Rombongan tersebut selama menuju tempat upacara diiringi oleh pertunjukan gamelan goong renteng.
Irman