Uha Juhana Ketua LSM Frontal ” Kebijakan Pj. Bupati Kuningan mematikan Rakyat “

By aktualid - Selasa, 11 Juni 2024 | 06:10 WIB | Views

Uha Juhana
Ketua LSM Frontal ” Kebijakan Pj. Bupati Kuningan mematikan Rakyat “

Kuningan,Aktualid.net Ketua LSM Frontal Uha Juhana memandang Kebijakan Pj. Bupati Kuningan mematikan Rakyat Kuningan dengan lahirnya Kebijakan dalam SK Bupati Kuningan Nomor : 500.3.10/KPTS.327-
Perek&SDA/2024 tentang Pembentukan Tim Penanganan Pedagang Kaki Lima Jalan
Siliwangi dan Sekitarnya di Kabupaten Kuningan.
Menjadi polemik hebat di masyarakat.
Keberadaan dan kondisi dari para PKL yang telah dipindahkan ke kompleks
Puspa Siliwangi saat ini sangat menyedihkan. Selain berdampak pada sepinya
pembeli juga mengakibatkan penurunan omset yang sangat tajam.
Membuat kebijakan adalah ranah pemangku kepentingan. Namun seharusnya
kebijakan yang dibuat hendaklah berdasarkan pada kajian yang matang dan benar benar ditujukan untuk kepentingan rakyat.

Mereka para Pedagang Kaki Lima (PKL) sejatinya adalah pahlawan yang
berjasa besar dalam usaha perdagangan sektor informal dan penunjang pertumbuhan
perekonomian di masyarakat. Kalau tujuan dari agenda Relokasi para PKL tersebut
hanya agar tidak terganggunya kelancaran lalu-lintas, ketertiban, kebersihan serta
estetika lingkungan tentu sangat naif.

Bagi mereka para PKL pilihan berusaha atau berjualan di tengah kondisi
ekonomi yang sedang sulit tentu tidak mudah. Ditambah lokasi hasil relokasi tidak
sesuai dengan yang diharapkan (tidak strategis dan sepi pembeli).
Sisi lainnya kalau melihat dari paradigma pemikiran politis bahwa Kabupaten
Kuningan sedang mengalami ancaman degradasi dibawah garis kemiskinan. Tentu
dalam hal ini urgensi masalah yang sedang dihadapi dan perlu mendapatkan perhatian
serius adalah bagaimana mengatasi segera masalah tersebut karena Kabupaten
Kuningan sudah terbukti masyarakatnya masuk 5 daerah di provinsi Jawa Barat yang
penduduknya miskin ekstrem.

Kemudian kalau kita melihat dan mengamati kebijakan APBD Kuningan atau
politik anggaran tidak terdapat upaya untuk bagaimana menginspirasi masyarakat
dalam meningkatkan atau mengembangkan gerakan perekonomian yang berdampak
luas pada peningkatan kesejahteraan mereka. Sehingga mendorong masyarakat
Kuningan secara riil tergerak untuk melakukan usaha secara nyata dalam memenuhi
kebutuhan hidup sehingga terlepas dari jerat kemiskinan.
Sebagai ilustrasi yang sangat dalam kita perlu merenungkan apa yang pernah
disampaikan oleh salah satu tokoh dunia yaitu mantan Perdana Menteri Pakistan
Bhenazir Bhutto dengan filosofinya yang terkenal yaitu : “Saat yang paling indah dari
sebuah kapal adalah ketika ditambatkan di dermaga, dia cantik sekali bermandikan
cahaya, tetapi jangan pernah lupa kapal tidak pernah dibuat untuk ditambatkan di
dermaga, melainkan kapal dibuat untuk menghantam gelombang dan membelah
lautan”.
Kalau kita mendalami filosofi itu, siapapun dan dimanapun yang memiliki
keterikatan fungsi dan sedang bertugas dalam memimpin sebuah pemerintahan,
sehebat atau segagah apapun akan bermakna ketika dapat memberikan sumbangsih
mampu menjawab masalah dari lautan problem yang terjadi ditengah kehidupan
masyarakat.

Kaitannya dengan kondisi masyarakat Kuningan saat ini sudah jelas realitas dan
faktanya bahwa lautan di Kabupaten Kuningan sedang berkecamuk hebat dengan
gelombang kemiskinan dan persoalan ini menanti jawaban kebijakan yang efektif dari
tangan-tangan para penguasa daerah.
Kuningan tidak seindah pemandangan gunung Ciremai kalau dibalik itu masih
terdapat keresahan dan kecemasan dari 13% masyarakat Kuningan yang saat ini
sedang menderita kemiskinan dan sulit untuk bertahan hidup.
Kuningan tidak seindah gemerlapnya lampu kompleks pertokoan Siliwangi
diwaktu malam kalau dibalik itu semua masih terdengar jeritan dan tangisan para
pelaku usaha serta pedagang kaki lima yang kehilangan pendapatan dan masa
depannya.
Masyarakat Kuningan harus mengetahui bahwa merekalah pemilik dari APBD
dan tuan yang sesungguhnya. Mereka berhak meminta hak sepenuhnya untuk dijamin
bahwa dari ujung rambut sampai ujung kaki, dari mulai bangun tidur sampai dengan
mau tidur dan dari hidup sampai mati harus diurus oleh pemerintah.
Untuk itu perlunya mempunyai pemimpin yang selalu hadir untuk
menyelesaikan permasalahan, bisa bekerja demi kepentingan rakyat dengan ikhlas
serta sepenuhnya berjiwa melayani. Bukan pemimpin yang bisanya hanya pencitraan
saja, memperkaya diri serta terbiasa melanggar tatanan norma, etika dan moralitas.
Semoga pemimpin mendatang mengetahui dan menyadari ganasnya gelombang
lautan kehidupan di Kabupaten Kuningan. Hanya pemimpin zalim yang tega
membunuh rakyatnya sendiri.

Irman

Screenshot_2023-12-04-12-56-32-12_1c337646f29875672b5a61192b9010f9
IMG-20230712-WA0028
IMG-20240508-WA0064
IMG-20240616-WA0115
Jun 16, 2024

𝗞𝗘𝗘𝗡𝗔𝗡 𝗡𝗔𝗦𝗨𝗧𝗜𝗢𝗡

𝗞𝗘𝗘𝗡𝗔𝗡 𝗡𝗔𝗦𝗨𝗧𝗜𝗢𝗡 Keenan Nasution (lahir di Djakarta, 5 Juni 1952)…

Jun 16, 2024

Pengelola OW Waduk Darma ( PT Jaswita Jabar ) bagikan hewan Qurban ke Sembilan Desa Penyangga.

Pengelola OW Waduk Darma ( PT Jaswita Jabar ) bagikan…

Jun 16, 2024

Makna Ibadah Qurban di hari Raya Idul Adha

Makna Ibadah Qurban di hari Raya Idul Adha Oleh Irman…

Jun 15, 2024

Dian mengatakan “Hari ini dan beberapa hari kedepan menjelang hari Raya Idul Adha, kami dari Pemkab Kuningan akan terus melakukan monitoring “

Dian mengatakan ” Hari ini dan beberapa hari kedepan menjelang…

Jun 15, 2024

Perang Kopi adalah sebuah perang yang terjadi dari 1889 hingga 1890

Perang Kopi adalah sebuah perang yang terjadi dari 1889 hingga…

Jun 15, 2024

Apa kata mereka tentang Dian ” Berpengalaman dalam pengelolaan Birokrasi dan Supel bergaul “

Apa kata mereka tentang Dian ” Berpengalaman dalam pengelolaan Birokrasi…

IMG-20240508-WA0072
1714379862927
Polish_20240211_045312529