Wawancara exclusive Hans Handana ( Wartawan Aktualid.net ) OM D’Lawas ” semangat melestarikan musik dangdut lawas era 80 an “
Kuningan,Aktualid.net OM D’Lawas merupakan satu satunya group musik Orkes yang ada di Kabupaten Kuningan dengan memegang teguh konsep Musik Orkes Lawas Tahun 80 an.
Yang menjadi Latar belakang OM D’Lawas hadir,menurut Pimpinan Group Ayah Asep Sapari ” karena kita bermusik dengan lagu dangdut dari era 80′ an dengan semangat melestarikan musik dangdut lawas,dan meraih penggemar Musik dangdut terutama bagi mereka yang merindukan musik musik lawas.
Dalam management Group OM D’Lawas mempunyai Penasehat dan pelindung senantiasa mengedepankan sistem musyawarah mufakat, ada beberapa calon pelindung dan penasehat yang selama ini kami anggap peduli dan mengikuti mungkin nanti akan dimasukkan jadi penasehat dan pelindung,
OM D’Lawas yang beranggotakan terdiri dari 5 orang pentolan musisi dangdut senior yaitu
– Asep sapari bassist
– Aang Hans tabla drum
– Abah Alex lead guitar
– Kusumo daryo rhythm guitar
– Yon Sofyan lead keyboard
Dikolaborasikan dengan musisi dangdut muda angkatan di bawah kami
– enco tabla perkusi
– Adang piano
– Salim suling
Jajaran vocalist juga senior dan junior
Senior
– Ida Purwa
– Ade vitrya
– Lilik
Junior
– Nissa Sapari
– Renna Aprilia
– Uci
MC
– Iman Amor
Aliran seni yang digeluti adalah musik dangdut terutama dangdut original dengan Alasan karena belakangan ini dangdut original mulai banyak ditinggalkan dan kami yakin bahwa dangdut original akan kembali masa kejayaan nya, OM D’Lawas denganbSemangat dan motivasi semua crew untuk menjaga dan melestarikan musik dangdut tetap pada tempatnya tidak jadi objek exploitasi sensualitas dan mendapatkan apresiasi tinggi dari semua pihak dan kalangan
Masih menurut Ayah Asep Sapari Tujuan agar musik dangdut klasik tidak habis dimakan jaman, terbukti di kota besar seperti Jakarta dan Sukoharjo dan Surabaya sudah banyak yg melakukan nya juga.Kiprah kami sementara ini tampil konsisten di gigs reguler kami “Zona Dangdut Klasik ” yang digelar di panggung Rineka Toksil setiap Jumat malam dan kemarin hari Minggu tgl 7 September kami dipercaya tampil di panggung utama Kuningan fair 2025
Ayah Asep Safari menekankan Langkah regenerasi kami sudah lakukan dengan adanya kolaborasi antara musisi dan penyanyi senior dan junior di dalam keanggotaan kami , ke depan nya kami menginginkan adanya kursus atau bahkan sekolah khusus dangdut di Kuningan yang akan di isi oleh staf pengajar dari musisi senior anggota kami.
Dukungan pemerintah secara langsung mungkin belom ada , tapi sementara ini ada dari dinas pendidikan bidang kebudayaan yang memberikan tempat di Rineka Toksil walaupun biaya penyelenggaraan masih kami upayakan sendiri,Harapan untuk anggota grup adalah tetap konsisten menjaga komitmen, tetap kompak dan berjuang untuk dangdut
Ayah Asep Safari berhrap untuk pemerintah,semoga kami lebih dilirik dan disupport secara langsung karena gigs reguler kami juga bisa untuk jadi sarana menyampaikan informasi dari instansi yang butuh menyampaikan informasi,insha Allah akan di catatkan dan segera di proses semoga pihak terkait juga bisa membantu.
Kegelisahan kami terhadap musik dangdut adalah exploitasi sensualitas yg kini berkembang dan maraknya berbagai macam genre sehingga kesan eksklusif nya akan hilang , bunyi yg terdengar tidak lagi menggambar kan sebuah orkes Melayu atau dangdut yg pernah kita dengar dulu, semoga kehadiran kami bisa mengembalikan dangdut dan orkes Melayu ke tempat nya
17. Harapan untuk grup D’Lawas bisa tetap eksis dan semakin berkembang.
Peran Media akan sangat membantu sekali untuk kami , media sosial on line akan jadi ujung tombak yang tajam yang bisa menyebarkan informasi tentang kami , wartawan diharapkan dapat memilih Nara sumber yang pas sehingga eksistensi kami bisa terangkat.
Ke depan saya berharap ada Media yang khusus mengangkat musik apakah itu berupa tabloid mingguan atau apapun yg isinya tentang kegiatan bermusik dan profil dari insan musik sehingga akan tercipta ruang keartisan lokal ,saya yakin itu bisa tercipta kalo ditunjang wartawan sebagai penyampai berita.
Saran saya untuk perkembangan seni dan budaya di Kuningan, tetaplah eksis di genre nya masing-masing dengan semangat melestarikan dan mengembangkan seni budaya yg asli secara konsisten jadi tidak ada kesan *seni dan budaya ada hanya saat dibutuhkan saja* ,harus dibuat atmosfer berkesenian yang ditunjang berbagai macam sarana dan prasarana juga sdm musisi yang mumpuni di bidang masing masing l.
Tempat konser musik mudah mudahan bisa di adakan di Kuningan sehingga kami dapat tempat yang layak untuk tampil
Hans Handana