Halim – Pesawat Jatuh ” Nama mu akan terus di kenang “
Abdul Halim adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia, kiprahnya dalam dunia penerbangan cukup besar. Halim pernah bergabung dengan Royal Canadian Air Force dan Royal Air Force Inggris dalam perang dunia kedua, setidaknya ada 44 kali Halim ikut dalam misi penerbangan sekutu yang membombardir Eropa yang dikuasai Jerman.
Sepulangnya ke tanah air, Halim bergabung dengan (AURI) cikal bakal TNI AU. Halim menjalankan banyak misi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari NICA yang kembali mencoba menguasai Indonesia. Salah satu misinya sekaligus misi terakhirnya adalah menjajaki kemungkinan pembelian senjata dan pesawat, dalam misi itu ia berswa Iswahyudi yang juga penerbangan handal. Halim menjadi navigator pesawat Avro Anson RI003, perjalanannya tidak mudah, Halim dan Iswahyudi selain harus menghindari intaian dan sergapan Belanda, mereka juga harus menghadapi cuaca buruk di Malaka.
Takdir tuhan tiada yang tahu, Halim yang mendapat julukan The Black Mascot oleh rekan-rekannya di PD2 karena selalu selamat dalam misi-misi berbahaya, kali ini ia tak selamat. Pesawat tersebut tak sempat menghindari pohon akibat cuaca buruk, pesawat itu jatuh di pantai Tanjung Hantu, Perak, Malaysia.
Halim pergi meninggalkan istrinya, Kussadalina, yang saat itu tengah hamil 4 bulan. Halim sempat dimakamkan di Malaysia, kemudian pada 1975 makamnya dipindahkan ke Tempat Makam Pahlawan Kalibata, Halim juga ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Namamu akan terus mengudara meski pesawatmu telah lama jatuh. Nama Halim ditetapkan sebagai nama Bandara, yakni Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta. Sementara nama Iswahyudi juga diabadikan sebagai Pangkalan TNI Angkatan Udara di Magetan, Jawa Timur.
Red