Istilah Kata Wong (Orang) sekarang identik sebagai bahasa Jawa

By aktualid - Jumat, 21 Juni 2024 | 12:09 WIB | Views

Istilah Kata Wong (Orang) sekarang identik sebagai bahasa Jawa

Istilah Kata Wong (Orang) sekarang identik sebagai bahasa Jawa yang disebarkan oleh orang Jawa ke wilayah-wilayah yang dipengaruhi budaya dan bahasa Jawa, seperti di Pesisir Pantai Utara Jawa (Sebagian Indramayu, Cirebon, Subang, Karawang, Banten) ataupun di Palembang (Sumatra Selatan).

Orang Sunda sekarang bahkan jarang atau tidak ada sama sekali menggunakan kata “Wong” ketika mereka bercakap-cakap dalam bahasa Sunda.

Mereka biasanya menggunakan kata “Urang”. Kata itulah yang dianggap oleh orang zaman sekarang sebagai kata asli Sunda, meskipun kata tersebut juga dapat ditemui dalam budaya dan Bahasa Minang, Banjar, bahkan Aceh.

Sebetulnya, kata “Wong” ini adalah kata yang masuk dan dikenal dalam bahasa Sunda Kuno. Kosa kata ini bahkan tercantum dalam Naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian.

Demikian Beberapa Kata Wong dalam Naskah Tersebut:

Alih Aksara

“Sa(r)wa Iwir/a/ ning teuteupaan ma telu ganggaman palain. Ganggaman di sang prabu ma: pedang, abet, pamuk, golok, peso teundeut, keris. Raksasa pina/h/ka dewanya, ja paranti maehan sagala.

Ganggaman sang wong tani ma: kujang, baliung, patik, kored, sadap. Detya pina/h/ka dewanya, ja paranti ngala kikicapeun iinumeun.

Ganggamam sang pandita ma: kala katri, peso raut, peso dongdang, pangot, pakisi. Danawa pina/h/ka dewanya, ja itu paranti kumeureut sagala. Nya mana teluna ganggaman palain deui di sang prebu, di sang wong tani, di sang pandita. Kitu lamun urang hayang nyaho di sarean(ana), eta ma panday tanya.”

Terjamah:

Segala macam hasil tempaan, ada tiga macam yang berbeda. Senjata sang prabu ialah: pedang, abet (pecut), pamuk, golok, peso teundeut, keris. Raksasa yang dijadikan dewanya, karena digunakan untuk membunuh.

Senjata orang tani ialah: kujang. baliung. patik, kored, pisau sadap. Detya yang dijadikan dewanya, karena diguna¬kan untuk mengambil apa yang dapat dikecap dan diminum.

Senjata sang pendeta ialah: kala katri, peso raut, peso dongdang, pangot, pakisi. Danawa yang dijadikan dewanya, karena digunakan untuk mengerat segala sesuatu, Itulah ketiga jenis senjata yang berbeda pada sang prebu, pada petani, pada pendeta. Demikianlah bila kita ingin tahu semuanya, tanyalah pandai besi.

Jika melihat teks alih aksara di atas, dapat dimengerti bahwa kata “Wong” digunakan mengiringi kata “Sang” untuk menyatakan/menjelaskan orang tani (Rakyat Jelata), sementara untuk Penguasa (Prabu) dan Agamawan (Pandita) tidak menyertakan kata “Wong” langsung menyebutkan nama setelah kata sang. (Sang Prabu /Sang Pandita).

Berdasarkan kenyataan itu, dapat juga dipahami bahwa pada masa itu (Zaman Pajajaran) memang ajaran mengenai kasta masih kental, ya karena memang kerajaan Sunda kala itu beragama resmi Hindu. Maka tidak mengherankan pula jika kasta itu juga mempengaruhi penulisan atau karya sastra di zaman itu. Tapi yang paling penting dalam Informasi ini ternyata kata ‘Wong’ itu juga dikenal dalam bahasa Sunda bahkan biasa digunakan para pujangga Sunda tempo dulu dalam membuat karya tulis.

Irsb 69

Screenshot_2023-12-04-12-56-32-12_1c337646f29875672b5a61192b9010f9
IMG-20230712-WA0028
IMG-20240508-WA0064
IMG-20240616-WA0115
Jul 20, 2024

Sekda Dian mengatakan ” MUI telah menunjukkan komitmennya dalam membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin “

Sekda Dian mengatakan ” MUI telah menunjukkan komitmennya dalam membimbing,…

Jul 20, 2024

Sekda Dian Pamit Dan Mohon Doa Restu Ulama.

Sekda Dian Pamit Dan Mohon Doa Restu Ulama. Rapat koordinasi…

Jul 20, 2024

Suara RELAWAN bakar semangat ” DIAN adalah KITA”

Suara RELAWAN bakar semangat ” DIAN adalah KITA” Dian adalah…

Jul 19, 2024

Statemen Dr.H. Dian Rahmat Yanuar Diapresiasi Publik

Statemen Dr.H. Dian Rahmat Yanuar Diapresiasi Publik Statemen Dr. H….

Jul 19, 2024

Dr Dian Rahmat Yanuar paparkan tentang proses pengajuan CLTN dari ASN,” Sekda mohon maaf

Dr Dian Rahmat Yanuar paparkan tentang proses pengajuan CLTN dari…

Jul 19, 2024

Analisa Kepastian DR.H.Dian Rahmat Yanuar Maju Di Pilkada Kuningan.

Analisa Kepastian DR.H.Dian Rahmat Yanuar Maju Di Pilkada Kuningan. Polemik…

IMG-20240508-WA0072
1714379862927
Polish_20240211_045312529