PRABOWO GAGAL MENGELOLA FOOD ESTATE, TAPI BERMIMPI MAU MENGELOLA NEGARA.
Oleh : Prihati Utami
Dalam menjaga ketahanan pangan sebagai penguatan ketahanan nasional. Presiden Jokowi dalam periode keduanya sebagai presiden, memiliki kebijakan untuk membuat lumbung pangan nasional.
Tujuannya yakni sebagai bentuk menguatkan ketahanan pangan nasional agar dimasa depan bisa aman. Program ini merupakan bagian dari proyek Presiden, yang awalnya di amanahkan pada menteri pertanian. Dan juga tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Salah satu proyeknya tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dan ada juga yang dikerjakan di Kalimantan, yakni tepatnya di Kalteng. Prabowo di amanah presiden Jokowi untuk membantu proyek ini. Karena sesuai dengan visi dan misi kementrian pertahanan yakni pertahanan negara lewat pangan.
Dan saat itu Prabowo sempat mengatakan akan memulai membangun proyek itu pada tahun 2021. Dia berbicara akan memulai membangun sekitar 30.000 hektare. Dari target 1,4 juta hektare sampai 2025.
Tapi setelah hampir beberapa tahun diberi amanah untuk membangun proyek pangan itu, justru yang terlihat hanya hamparan lahan kosong yang sudah dibabat dan digunduli. Tapi progres dilapangan sama sekali tidak ada.
Hal inilah yang menjadi fokus dari PDIP, apalagi proyek ini termasuk golongan proyek strategis nasional. Yang sesuai Perpres 108 tahun 2022 yakni terkait proyek strategis nasional, dan juga sesaui peraturan kementerian perekonomian no 21 tahun 2022. Jadi merupakan proyek yang wajib dikerjakan dan diselesaikan.
Dan kementerian pertahanan, yang dipimpin oleh Prabowo Subianto dipercaya oleh presiden untuk mengawasi proyek ini. Tapi fakta dilapangan apa yang diamanahkan justru tidak ada yang melihatkan hasilnya. Padahal sudah terjadi penebangan hutan secara besar-besaran, yang dilakukan oleh beberapa prajurit TNI.
Hal ini yang membuat sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan tindakan menebang pohon secara besar-besaran ini sangat pantas disebut dengan kejahatan lingkungan. Apalagi ada indikasi aliran dana 1 triliun dari proyek ini masuk ke salah satu kantong partai politik.
Dengan amanah dan tugas yang sudah diberikan oleh presiden ini saja gagal. Sebaliknya proyek daerah lain yang dikerjakan kementrian pertanian justru malah sebaliknya bisa selesai. Dengan kegagalan ini, Prabowo sangat tidak layak jika harus mengemban amanah yang lebih besar.
Sangat kontradiktif dengan background Prabowo yang katanya pernah menjadi ketua Himpunan kerukunan tani Indonesia (HKTI). Faktanya hanya disuruh menanam singkong saja tidak selesai dan malah merusak lingkungan. Padahal menurut dia singkong merupakan bahan pangan Indonesia.
Menurut dia lagi, karena singkong itu mampu dibuat menjadi tepung tapioka. Serta untuk kebutuhan pangan lainnya. Tapi apa yang dikatakan Prabowo hanya sebatas teori dan ilusi. Justru amanah yang di berikan ke dia saja justru gak selesai.
Kalau sudah seperti ini rasanya sangat tidak layak Prabowo harus mengemban amanah ke level yang lebih tinggi. Mengurusi singkong saja, yang faktanya di lapangan dia gagal dan malah merusak lingkungan.