Legenda Sejarah ” SI PITUNG JAGOAN BETAWI DARI KAMPUNG RAWA BELONG “

By aktualid - Senin, 8 April 2024 | 07:21 WIB | Views

SI PITUNG JAGOAN BETAWI DARI KAMPUNG RAWA BELONG

Si Pitung adalah tokoh jagoan legendaries dari Kampung Rawa Belong Betawi, Jakarta. Kepopuleran cerita Si Pitung sering dituturkan dalam bentuk rancak (sejenis balada), syair, cerita rakyat atau Lenong Betawi bahkan pernah diangkat menjadi sebuah cerita film. Menurut sejarawan Belanda Margreet van Till dalam In Search of Si Pitung: The History of Indonesian Legend, cerita maupun sosok Si Pitung ini memang benar adanya dan bukan mitos belaka.

Si Pitung lahir pada sekitar tahun 1866 di kampung Pengumben, sebuah permukiman kumuh di Rawabelong, dekat Stasiun Palmerah sekarang ini.

Nama asli Si Pitung adalah Ahmad Nitikusumah versi lain dari media Melayu Hindia Olanda saat itu menyebutkan nama asli Si Pitung adalah Salihoen, Salihoen merupakan anak keempat dari pasangan Bang Piung dan Mbak Pinah asal Kampung Rawa Belong, Jakarta, julukan “Si Pitung” konon berasal dari frasa Jawa “pituan pitulung” yang berarti “tujuh sekawan tolong-menolong”. Semasa kanak-kanak, Salihoen berguru di pesantren Hadji Naipin,tempat ia diajari mengaji, dilatih pencak silat, dan dibiasakan untuk selalu waspada terhadap keadaan di sekitarnya. Si Pitung dikenal sebagai seorang pemuda yang mempunyai karakter pemberani.
Bagi masyarakat Betawi sosok si Pitung adalah seorang pahlawan karena keberaniannya dalam melawan kesewenang-wenangan tuan tanah dan Kompeni di Batavia, tapi bagi pemerintah Kompeni, Si Pitung adalah penjahat atau bandit yang meresahkan dan mengganggu keamanan di Batavia.
Kisah Si Pitung berawal saat Pitung membantu sang ayah menjual kambing. Hingga suatu hari ada komplotan bandit Belanda dan Tionghoa yang merampok uang dari hasil berjualan kambing ayahnya.

Kesal dan sakit hati karena perbuatan para bandit, Pitung pun melawan para bandit-bandit tersebut.

Kemampuan bela diri Si Pitung pada akhirnya membuat waswas para tuan tanah di Batavia. Kemudian sekitar tahun 1892 Si Pitung melakukan aksi perampokan yang cukup menggemparkan Batavia. Bahkan aksi perampokan tersebut menyebar luas sampai dimuat dalam surat kabar Hindia Olanda pada 10 Agustus 1892.
kabarnya rumah yang dirampok itu merupakan kediaman Hadji Sapiudin yaitu tuan tanah asal Bugis, Sulawesi Selatan.

Peristiwa ini bukanlah terjadi satu-dua kali. Pitung kerap merampok rumah tuan tanah lain untuk mengambil hasil rampasan mereka dan membagikannya kembali ke warga miskin.

Hampir semua tuan tanah sudah mengenal Si Pitung bahkan ketika mereka mengalami perampokan, sehingga namanya selalu diincar dan diburu polisi. Pada tahun 1892 Si Pitung dikenal pada sebagai β€œWan Bitoeng”, β€œPitang”, kemudian menjadi β€œSi Pitoeng” (Hindia Olanda 28-6-1892:3; 26-8-1892:2)

Si Pitung juga dianggap pemberontak sehingga orang-orang Belanda ingin dirinya ditumpas seakan-akan mereka ini tidak bergerak bebas dalam menindas orang-orang kecil.

Sampai pada akhirnya Si Pitung benar-benar tewas tertembak peluru emas milik kepala kepolisian karesidenan Batavia Adolf Wilhelm Verbond Hinne atau masyarakat di Batavia lebih mengenalnya tuan Schout Hinne.

Meninggalnya Si Pitung meninggalkan duka mendalam bagi warga Betawi karena sosoknya dikenal sebagai pahlawan dalam membantu rakyat kecil melawan kesewenang – wenangan tuan tanah Belanda. Berita meninggalnya Si Pitung pun tidak luput dari pemberitaan, seperti dilaporkan dalam Hindia Olanda edisi 16 Oktober 1893.

Kisah Si Pitung pun mulai diabadikan warga sekitar ke dalam bentuk lenong yaitu kesenian teater tradisional Betawi.

Sosok Si Pitung digambarkan sebagai pemuda gagah berani, tampan, baik hati, dan andal bela diri. Kemudian kisah itu diadaptasi ke dalam film berjudul Si Pitoeng pada 1930.

Salah satu tempat bersejarah yang menjadi bekas jejaknya yaitu Museum Rumah Si Pitung di kawasan Kampung Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara.

Rumah tersebut diyakini sebagai kediaman saudagar Hadji Sapiudin yang pernah dirampok Si Pitung. Bangunannya juga masih khas berupa rumah panggung.

Pada 1999, rumah tersebut dijadikan bangunan cagar budaya berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 1999 dan diberi nama Rumah Si Pitung.

Itulah sejarah Si Pitung yang dijuluki sebagai jagoan bela diri karena aksinya yang kontroversial namun kisahnya tetap abadi bagi warga Betawi.

Sumber Liputan6.com, Wikipedia dll

Screenshot_2023-12-04-12-56-32-12_1c337646f29875672b5a61192b9010f9
IMG-20230712-WA0028
IMG-20250331-WA0000
IMG-20250331-WA0008
IMG-20250330-WA0002
Apr 2, 2025

Bupati ajak Kepada para pemudik yang sedang berlibur pada moment Lebaran ini untuk bisa berkunjung ke Kuningan

Bupati ajak Kepada para pemudik yang sedang berlibur pada moment…

Apr 1, 2025

Obor PORKAM Desa Bayuning di lepas Bupati di halaman Pendopo

Obor PORKAM Desa Bayuning di lepas Bupati di halaman Pendopo…

Mar 31, 2025

Bupati Kuningan buka Open House di pendopo setelah shalat hari Raya Ied

Bupati Kuningan buka Open House di pendopo setelah shalat hari…

Mar 28, 2025

Pesawat yang di beri no registrasi NU-200 Si Kumbang ini adalah yang bisa disebut pesawat pertama bermesin yang dibuat Putra Bangsa Indonesia

Pesawat yang di beri no registrasi NU-200 Si Kumbang ini…

Mar 27, 2025

β€œSABAR” (Silaturahmi, ASN Berbagi, Amaliah Ramadhan)

β€œSABAR” (Silaturahmi, ASN Berbagi, Amaliah Ramadhan) Kuningan,Aktualid.net Suasana kebersamaan terasa…

Mar 26, 2025

Ketua KONI Kabupaten Kuningan harus bertanggung jawab ” terkait keterlambatan uang pembinaan dan dukungan persiapan kejuaraan.”

Ketua KONI Kabupaten Kuningan harus bertanggung jawab ” terkait keterlambatan…

IMG-20250329-WA0010
1714379862927
Polish_20240211_045312529