Sejarah ” PEMBERONTAKAN MATARAM “

By aktualid - Selasa, 23 April 2024 | 11:16 WIB | Views

PEMBERONTAKAN MATARAM

Babad Tanah Jawi menceritakan, bahwa Sultan Pajang (Jaka Tingkir) Punya anak Gadis yang sangat cantik (Sekar Kedaton) suatu waktu anak Gadisnya itu tertangkap basah sedang bercinta dengan kekasihnya di Kaputren, kekasih sang Putri Pajang itu adalah putra Tumenggung Mayang.

Sultan Pajang marah bukan main, akhirnya laki-laki yang menyatroni Putrinya itu diputuskan dihukum mati, bukan itu saja, Bapaknya Tumenggung Mayang (Pejabat Kesultanan Pajang ) juga dilucuti jabatannya, kekayaannya dirampas dan juga nantinya akan dibuang ke Semarang.

Gemetar anak dan suaminya akan dieksekusi, Istri Tumenggung Mayang yang merupakan adik dari Adipati Mataram minta bantuan ke kakaknya (Sutawijaya). Datanglah Adipati Mataram yang sebetulnya masih anak angkat Sultan Pajang itu ke Istana untuk melobi pembatalan hukuman dan atau peringanan hukuman. Namun Sultan Pajang tak bergeming.

Eksekusi Pun dilaksanakan, anak Tumenggung Mayang dihukum mati, tidak lama kemudian Tumenggung Mayang dan Keluarganya yang asal usulnya dari Trah Mataram dihinakan sebelum dibuang ke Semarang.

Singkat cerita arak-arakan tentara Pajang yang membawa Keluarga Tahanan Tumenggung Mayang menuju Semarang, namun ditengah jalan dicegat oleh Pasukan dari Kadipaten Mataram, terjadi pertempuran yang sengit antara keduanya, namun Mataram yang menang, selanjutnya mereka membawa Tumenggung Mayang dan keluarganya ke Mataram.

Oleh Sultan Pajang, Perbuatan Adipati Mataram itu dianggap sebagai bentuk pernyataan Pemberontakan, karenanya, Sultan Pajang memutuskan untuk menyerbu Mataram.

Dalam rangka melakukan penyerbuan, Sultan Pajang langsung memimpin Pasukan ke Mataram dengan membawa 10.000 tentara. Namun sesampainya di Mataram ternyata Gunung merapi Meletus.

Red

Screenshot_2023-12-04-12-56-32-12_1c337646f29875672b5a61192b9010f9
IMG-20230712-WA0028
IMG-20240508-WA0064
IMG-20240616-WA0115
Jun 16, 2024

Pengelola OW Waduk Darma ( PT Jaswita Jabar ) bagikan hewan Qurban ke Sembilan Desa Penyangga.

Pengelola OW Waduk Darma ( PT Jaswita Jabar ) bagikan…

Jun 16, 2024

Makna Ibadah Qurban di hari Raya Idul Adha

Makna Ibadah Qurban di hari Raya Idul Adha Oleh Irman…

Jun 15, 2024

Dian mengatakan “Hari ini dan beberapa hari kedepan menjelang hari Raya Idul Adha, kami dari Pemkab Kuningan akan terus melakukan monitoring “

Dian mengatakan ” Hari ini dan beberapa hari kedepan menjelang…

Jun 15, 2024

Perang Kopi adalah sebuah perang yang terjadi dari 1889 hingga 1890

Perang Kopi adalah sebuah perang yang terjadi dari 1889 hingga…

Jun 15, 2024

Apa kata mereka tentang Dian ” Berpengalaman dalam pengelolaan Birokrasi dan Supel bergaul “

Apa kata mereka tentang Dian ” Berpengalaman dalam pengelolaan Birokrasi…

Jun 15, 2024

Sejarah ” I Goesti Ngoerah Ketoet Djelantik “

I Goesti Ngoerah Ketoet Djelantik I Gusti Ketut Jelantik merupakan…

IMG-20240508-WA0072
1714379862927
Polish_20240211_045312529