Sejarah ” PRABU JAYA NEGARA MAJAPAHIT “

By aktualid - Kamis, 25 April 2024 | 10:42 WIB | Views

PRABU JAYA NEGARA MAJAPAHIT

Adalah salah kaprah Jika Jaya Negara dianggap sebagai Raja Majapahit yang tidak becus mengurus negara. Raja yang satu ini adalah Raja yang agung.

Memang selepas Kewafatan ayahnya ia Menjadi Raja yang kurang berpengalaman, maklum waktu itu usianya baru 19 Tahun, sehingga kebijaksanaannya dipengaruhi oleh Mahaptihnya yang licik (Dyah Hakayuda).

Tapi selepas menginjak usia yang cukup Matang dan utamanya selepas penumpasan Pemberontakan Ra Kuti, Jaya Negara menjadi Raja yang bersinar.

Kebijakan Jaya Negara yang abadi hingga ratusan tahun lamanya adalah dengan membangun Ibu Kota Majapahit yang baru (Trowulan).

Tepat setelah dua Tahun Pembangunan Ibu Kota baru lengkap dengan Keraton dan bangunan-bangunan kenegaraan lainnya, seorang Pendeta Katolik dari Eropa bernama Ordorico mengunjungi tempat itu, kemudian dari hasil kunjungannya itu ia mencatatnya, demikian ini teks catatanya;

(1). The King of Java ruled over seven other kings (vassals).

Terjamah : (Raja Jawa (Majapahit) Berkuasa Atas Tujuh Raja Lainnya)

Maksud dari catatan tersebut bahwa pada saat Ordorico berada di Jawa (Majapahit) yang kala itu sedang diperintah oleh Jaya Negara, kerajaan Majapahit mempunyai wilayah kekuasaan dengan 7 Raja bawahan (Bre)

Kabar tersebut sebetulnya sesuai dengan Naskah Kakawin Negarakertagama pada Pupuh V-VI yang ditulis Prapanca (1365) di zaman Prabu Hayam Wuruk, yang mana didalamnya disebutkan bahwa para kerabat Raja menjadi penguasa (Raja bawahan disebut Bre/Bhatara) dan memerintah di negara-negara bawahan, diantara beberapa negara bawahan yang dimaksud adalah “(1) Lasem (Bre Lasem), (2) Daha (Bre Daha), (3) Pajang (Bre Pajang), (4) Matahun (Bre Matahun), (5) Paguhan (Bre Paguhan), (6) Wirabumi (Bre Wirabumi) dan (7) Mataram (Bre Mataram).

Berdasarkan pada perbandingan kedua catatan kuno di atas, dapat juga dimengerti bahwa negara inti bawahan Majapahit zaman Jaya Negara dengan zaman Hayam Wuruk rupanya belum berubah, masih 7 Kerajaan bawahan yang diperintah oleh seorang Bre atau Batara Re(i)ng/Raja di….

(2). The King of Java had an impressive, grand, and luxurious palace. The stairs and palace interior were coated with gold and silver, and even the roofs were gilded.

Terjamah : (Raja Jawa Mempunyai Istana yang Mengagumkan, Besar dan mewah. Anak Tangga dan Interior Istana dilapisi dengan emas dan perak begitu juga dengan atapnya berlapis emas)

Maksud Istana Majapahit yang mewah dalam pandangan Ordorico jelas merujuk pada Istana Raja Majapahit yang baru, yang letaknya berada di Trowulan sekarang, bukan istana lama yang dibangun Raden Wijaya di Tarik (Majakerta). Hal ini dikarenakan selepas pemberontakan Rakyan Kuti (Ra Kuti) pada 1318-1319, istana lama ditinggalkan, karena dianggap sudah tercemar karena pernah diduduki pemberontak, oleh Karena itu, Prabu Jayanegara membangun Istana dan Ibukota Majapahit yang baru di Trowulan.

Selanjutnya, yang menjadi luar biasanya adalah bahwa Jayanegara rupanya membangun Ibukota dan Istana baru hanya dalam tempo dua tahun, yaitu sebelum kedatangan Ordorico ke Majapahit pada 1321. Maka tidak mengherankan jika kehebatan Istana baru Raja Majapahit itu dapat membuat takjub Ordorico, karena kebetulan baru selesai dibangun.

Kabar kemewahan dan kebesaran Istana Raja Majapahit yang digambarkan oleh Ordorico sebetulnya juga sesuai dengan apa yang dikabarkan Prapanca dalam Naskah Kakawin Negarakertagama.

(3) The kings of the Mongol had repeatedly tried to attack Java, but always ended up in failure and managed to be sent back to the mainland.

Terjamah: (RAJA-RAJA KEKAISARAN MONGOL TELAH BERULANG KALI MENCOBA MENYERANG JAWA TETAPI SELALU BERAKHIR DENGAN KEGAGALAN DAN DAPAT DIUSIR KEMBALI KE NEGERINYA)

Catatan Ordorico pada saat ia berkunjung ke Majapahit (1321) mendapatkan kabar atau bahkan menyaksikan sendiri bagaimana orang-orang Mongol berkali-kali menyerbu Majapahit namun dapat dikalahkan sehingga mereka terusir dari Jawa.

Catatan ini tentu dapat dimaknai bahwa semenjak tentara Mongol dipecundangi oleh Raden Wijaya pada 1293, mereka setelah itu melancarkan serangan balasan untuk menaklukan Majapahit, bahkan ketika Majapahit diperintah oleh Jayanegara.

Peristiwa ini juga dapat dimaknai, jika Majapahit zaman Jayanegara sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk mengusir dan mempermalukan Mongol, walau pada zaman itu bukan zaman Kejayaan Majapahit.

Dari uraian kabar asing di atas, jelas bahwa Jayanegara bukan raja yang abal-abal. Raja Majapahit kedua ini wafat pada usia yang sangat muda, yaitu pada usia 34 Tahun.

Screenshot_2023-12-04-12-56-32-12_1c337646f29875672b5a61192b9010f9
IMG-20230712-WA0028
IMG-20240508-WA0064
IMG-20240616-WA0115
Jun 16, 2024

Pengelola OW Waduk Darma ( PT Jaswita Jabar ) bagikan hewan Qurban ke Sembilan Desa Penyangga.

Pengelola OW Waduk Darma ( PT Jaswita Jabar ) bagikan…

Jun 16, 2024

Makna Ibadah Qurban di hari Raya Idul Adha

Makna Ibadah Qurban di hari Raya Idul Adha Oleh Irman…

Jun 15, 2024

Dian mengatakan “Hari ini dan beberapa hari kedepan menjelang hari Raya Idul Adha, kami dari Pemkab Kuningan akan terus melakukan monitoring “

Dian mengatakan ” Hari ini dan beberapa hari kedepan menjelang…

Jun 15, 2024

Perang Kopi adalah sebuah perang yang terjadi dari 1889 hingga 1890

Perang Kopi adalah sebuah perang yang terjadi dari 1889 hingga…

Jun 15, 2024

Apa kata mereka tentang Dian ” Berpengalaman dalam pengelolaan Birokrasi dan Supel bergaul “

Apa kata mereka tentang Dian ” Berpengalaman dalam pengelolaan Birokrasi…

Jun 15, 2024

Sejarah ” I Goesti Ngoerah Ketoet Djelantik “

I Goesti Ngoerah Ketoet Djelantik I Gusti Ketut Jelantik merupakan…

IMG-20240508-WA0072
1714379862927
Polish_20240211_045312529